
Pada saat si kecil memberikan warna yang “tidak seharusnya” pada hasil gambarannya atau pada buku mewarnai, Anda tidak perlu gusar karena itulah yang mesti anak lakukan sebagai petunjuk kekreativitasannya atau kebebasan anak Anda untuk berekspresi. Tapi hal ini juga perlu diwaspadai karena mungkin bisa saja ia buta warna.
Sebuah fakta menunjukkan bahwa 10 juta orang di Amerika memiliki masalah dengan melihat warna. 1 dari 12 pria di Amerika ternyata mengalami hal tersebut sedangkan hal ini ternyata mempengaruhi 1% dari perempuan di negeri Paman Sam. Kebanyakan penyebab dari buta warna adalah mutasi genetik atau sebab lain seperti penuaan, glaukoma, katarak atau dampak dari pengobatan tertentu.
Buta warna mempengaruhi satu dari 25 anak dengan 3 jenis utama :
- Buta merah-hijau: ini adalah jenis yang paling umum. Sulit membedakan antara warna merah dengan hijau.
- Buta kuning-biru: sulit membedakan antara warna kuning dengan biru.
- Tidak melihat warna: kondisi ini sangat jarang dan biasanya hanya mampu melihat hitam, putih dan abu-abu.
Lantas apa sebenarnya penyebab dari buta warna? Di dalam retina terdapat jutaan kerucut yang memungkinkan kita untuk bisa melihat cahaya terang dan warna. Ada tiga jenis kerucut yang akan bereaksi terhadap cahaya warna yang berbeda, merah, biru atau hijau. Apabila terjadi kerusakan pada satu jenis kerucutlah yang akan menyebabkan buta warna ringan. Jika ada salah satu jenis kerucut yang hilang, maka kebutaan warna akan menjadi lebih parah.
Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah si kecil buta warna. Karena seorang anak yang mengalami buta warna akan melakukan hal-hal berikut :
- Melihat warna, terutama warna primer, dengan nama warna yang salah.
- Membuat gambar yang tidak sesuai seperti batang pohon hitam atau rumput coklat.
- Warna merah muda atau hijau muda akan cenderung disebut putih.
- Melihat warna kemerahan atau kehijauan hampir mirip.
Jika Anda melihat tanda-tanda seperti ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak. Tes buta warna yang paling umum adalah Ishihara. Anak akan diperlihatkan satu set piringan masing-masing dengan angka atau simbol yang tersembunyi dalam lingkaran titik-titik. Simbol-simbol tersebut akan mudah terlihat oleh penglihatan normal, namun tidak tampak oleh mereka yang buta warna. Dengan menggunakan tes ini, dokter akan mengetahui buta warna seperti apa yang diderita oleh anak Anda.
Kondisi ini memang akan memberikan dampak pada anak Anda. Ia mungkin akan sedikit merasa frustrasi, tapi akan bisa menyesuaikan diri. Hanya saja si kecil akan menemukan masalah-masalah sebagai berikut :
- Memilih warna crayon atau marker
- Memilih baju dengan warna yang cocok
- Membaca peta atau bagan yang berwarna
- Tidak mengetahui saat daging telah matang
- Kurang mengerti rambu-rambu lalu lintas
- Harus berkarir yang menggunakan penglihatan normal
Anda tidak perlu khawatir berlebihan dengan kondisi seperti ini, karena tentunya Anda bisa membantu si kecil dalam menghadapi masalah buta warnanya. Pastikan untuk mengajari anak Anda bahwa buta warna bukanlah sebuah hambatan, tetapi adalah suatu sifat yang unik. Anda juga dapat membantunya utnuk menyesuaikan diri dengan cara :
- Menerima warna yang anak Anda sebut.
- Menggambarkan sebuah obyek tanpa menyebutkan warna.
- Mengusulkan pemilihan baju yang tidak sesuai dengan hati-hati.
- Mengungkapakan kondisi anak Anda pada gurunya.
- Bicarakan dengan si kecil tentang masa depannya bahwa beberapa pekerjaan memerlukan penglihatan terhadap warna yang baik.
Hingga saat ini memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan buta warna. Namun baru-baru ini para peneliti di University of Washington melakukan terapi gen terhadap 2 kera buta warna dalam rangka untuk mengembalikan penglihatan mereka terhadap warna. Studi ini memberikan harapan bahwa suatu saat nanti obat dari buta warna atau kelainan penglihatan yang lain dapat ditemukan.






























































Eri Tristiyanto





















