A. Sastra Lama
Sastra lama adalah sastra yang berbentu lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra lama masuk ke indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Peninggalan sastra lama terlihat pada dua bait syair pada batu nisan seorang muslim di Minye Tujuh, Aceh.
Ciri dari sastra lama yaitu :
- Anonim atau tidak ada nama pengarangnya
- Istanasentris (terikat pada kehidupan istana kerajaan)
- Tema karangan bersifat fantastis
- Karangan berbentuk tradisional
- Proses perkembangannya statis
- bahasa klise
Contoh sastra lama : fabel, sage, mantra, gurindam, pantun, syair, dan lain-lain.
B. Sastra Baru
Sastra baru adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi.
Ciri dari sastra baru yakni :
- Pengarang dikenal oleh masyarakat luas
- Bahasanya tidak klise
- Proses perkembangan dinamis
- tema karangan bersifat rasional
- bersifat modern / tidak tradisional
- masyarakat sentris (berkutat pada masalah kemasyarakatan)
Contoh sastra baru : novel, biografi, cerpen, drama, soneta, dan lain sebagainya.






























































Eri Tristiyanto






















#1 by jamala afghan on 13 February, 2011 - 11:00 am
Dapatkah, perbedaan sastra lama dan baru, kalau dilihat dari unsur intrisik maupun ekstrinsiknya? jelaskan!
#2 by Zahra Temmy on 26 November, 2010 - 10:48 am
Bagaimana cara membaca syair lama dan baru?
Apa ada perbedaan cara membacanya? (Tata Caranya)
Tolong dijawab
Thanks
#3 by saras on 17 October, 2010 - 9:14 am
Lalu, apakah sastra lama berperan terhadap berkembangnya sastra baru? Apa saja sumbangan sastra lama terhadap sastra baru?